Klasifikasi, Asal-usul dan Jenis Bangsa Sapi

- November 12, 2017

Klasifikasi, Asal-usul dan Jenis Bangsa Sapi

 
Dari sejarahnya, seluruh bangsa sapi yng dikenal di dunia berasal dari Homacodantidae yng dijumpai pada zaman palaeocene. Adapun jenis primitifnya didapati pada zaman pliocene di India, Asia. Perkembangan dari jenis primitif itulah yng hingga saat ini menghasilkan tiga kelompok nenek moyang sapi hasil penjinakkan yng kita kenal.
Sistematika / penjabaran sapi merupakan menjadi berikut :
  • Phylum : Chardata
  • Sub Phylum : Vertebrata
  • Class : Mamalia
  • Sub Class : Plasentalia
  • Ordo : Ungulata
  • Sub Ordo : Arhoclactyla
  • Rumpun : Selonodonta
  • Familia : Bavidae
  • Genus : Bos
  • Sub Genus : Taurina, Bisantia, Bibavina, Bubolina, Lepsoburina
  • Spesies : Bos Indicus, Bos Taurus, Bos Sandaicus.

Dari beberapa literatur, tak diketahui secara pasti kapan awal penjinakan sapi di lakukan oleh manisia. Akan tetapi di pusat perkembangan kebudayaan semisal di Mesopotamia, India, Bangkok dan Eropa dikenal pada tahun 600 SM. Sedangkan dimesir kuno, konon telah dikenal pemeliharaan sapi pada tahun 8000 SM. Adapun sapi yng diperoleh dari jenis primitif, diklasifikasikan menjadi 3 kelompok besar yng mempunyai andil warna genetik sapi, yaitu :
Bos Sondaicus ataupun Bos Banteng, hingga saat ini masih didapati liar di daerah margasatwa yng dilindungi di pulau Jawa, semisal Pangandaran dan Ujung Kulon dan adalah sumber asli Indonesia.
Bos Indicus ataupun Sapi Zebu, Hingga saat ini mengalami perkembangan di India, Asia. Yng terkenal di Indonesia merupakan sapi brahman dan sapi ongole. Bos Indicus adalah sapi berpunuk, sapi-sapi dari Bos Indicus menurunkan bangsa-bangsa sapi di daerah tropis.
Bos Taurus ataupun sapi Eropa, Hingga saat ini mengalami perkembangan di Eropa. Bos Taurus adalah bangsa sapi yng menjadi nenek moyang dari sapi potong ataupun sapi perah.
Ketiga kelompok nenek moyang sapi yang telah di sebutkan, baik secara alamiah ataupun lantaran peran dan kita-kita melalui hasil perbandingan ataupun persilangan sukses mengalami perkembangan yng menurunkan bangsa-bangsa sapi modern, baik tipe potong-perah, tipe potong-kerja, tipe perah ataupun tipe potong murni.

Bangsa Sapi Potong Asia

Sapi Bali

Adalah sapi keturunan bos sondaicus (bos banteng) yng sukses dijinakkan dan mengalami perkembangan pesat di pulau Bali. Sapi Bali asli memiliki bentuk dan karakteristik percis yang dengannya banteng, kecuali ukurannya relatif kecil lantaran pengaruh penjinakan. Salah satunya sapi tipe dwiguna (kerja dan potong). Tanda-ciri karakteristiknya antara lain: warna bulu pada waktu pedet berwarna sawo matang dan kemerahan, tengah pada sapi betina dan jantan dewasa menjadi berwarna hitam; berat badan bagi atau bisa juga dikatakan untuk jantan 400 kg, tengah pada sapi betina 350 kg; bertanduk; memiliki bercak putih pada pantat (bentuk 1/2 lingkaran); bibir bawah tepi dan bagian dalam indera pendengaran dan keempat kakinya mulai dari tarsus dan carsus kebawah hingga kuku berwarna putih dan pada pinggiran punggung terdapat garis hitam.

Sapi Ongole

Adalah sapi keturunan bos indicus yng sukses dijinakkan di India. Sapi Ongole masuk ke Indonesia abad ke-19 dan dikembangkan cukup baik di pulau Sumba, menjadikan lebih dikenal yang dengannya Sapi Sumba Ongole. Karakteristik Sapi Ongole merupakan punuk besar dan kulit longgar dangan tidak sedikit lipatan dibagian bawah leher dan pantat, indera pendengaran panjanng dan menggantung, tempramen tenang yang dengannya mata besar, tanduk pendek dan hampir tak terlihat, warna bulu biasanya putih kusam ataupun agak kehitam-hitaman dan warna kulit kuning.

Sapi Madura

Adalah sapi keturunan perkawinan silang antara bos indicus dan bos sondaicus. Karakteristik sapi madura merupakan punuk yng kecil diwarisi dari bos indicus dan warna kulit coklat ataupun merah bata diwarisi dari bos sondaicus, pada kepalanya terdapat tanduk melengkung ke depan yang dengannya melingkar bulat sabit.

Sapi Grati

Adalah sapi keturunan bos sondaicus yng berkenbang di Pulau Jawa dan Pulau Madura. Dari keturunan perkawinan sapi yng berkembang di Pulau Jawa dan Madura diperoleh Sapi Grati. Tanda-ciri dan karakteristik sapi grati merupakan mirip yang dengannya sapi bali, warna bulunya coklat ataupun merah bata dan ada kalanya tidak banyak putih dan hitam.

Sapi Brahman

adalah sapi keturunan bos indicus yng beerhasil dijinakkan di India, Akan tetapi mengalami perkembangan pesat di Amerika Serikat. Sapi ini merupakan hasil campuran darah 3 bangsa sapi madura yakni bangsa bir,buzerat, dan nellose. Sapi ini bertanduk dan warna-nya brrvariasi mulai dari abu-abu muda, totol-totol, hingga hitam, terdapat punuk pada punggung di belakang kepala, yng adalah kelanjutan daari otot-otot pundak, yang dengannya indera pendengaran yng berpendulous panjang, dan adanya pendulous yng longgar sepanjang leher. Sapi Brahman mempunyai sifat yng khas yakni ketahanannya terhadap kondisi tatalaksana yng Amat minimal, toleransi terhadap panas, kemampuannya bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengasuh anak, daya tahan terhadap kondisi yng tidak bagus semisal penyakit dan parasit. Berat badan betina dewasa mencapai 585 kg sedangkan jantan dewasa mencapai 900 kg ataupun malah lebih.

Bangsa Sapi Potong Eropa

Sapi Hereford

Adalah sapi potong keturunan bos taurus yng dijinakkan di daerah Hereforshire, Inggris. Adapun karakteristik sapi hereford antara lain: bulu badam berwarna merah, kecuali bulu pada bagian muka, dada, perut bagian bawah dan ekor pada biasanya berwarna putih; ada yng bertanduk dan ada yng tak bertanduk; bentuk badan bulat panjang; lambung besar menyerupai tong bulat; dada dalam dan kaki besar tegap. Berat sapi hereford usia 2 tahun mampu mencapai 725 kg dan berat sapi jantan 900 kg.

Sapi Shorthorn

Merupakan sapi potong keturunan bos taurus yng dikembangkan di daerah Northumberland, di bagian timur laut Inggris. Tanda normal sapi ini merupakan tanduk, punuk, warna bulunya pula khas lantaran pendapat dari standar tercantum 3 warna merah, putih dan kecoklatan (roan), ukuran badannya besar dibandingkan kebanykan bangsa sapi lain-lainnya, sapi jantan mencapai 1000 kg sedangkan sapi betina 900 kg. Sifat yng menonjol adalh produksi susunya tinggi, bisa mempergunakan serta memanfaatkan hijauan pakan secara efisien, tempramen yng baik dan pertumbuhannya yng cepat pada pemeliharaan feedlot.

Sapi Angus

Berasal dari Skotlandia Timur lantas disilangkan yang dengannya sapi longhorn guna menaikan produksi sapi daging. Warna-nya hitam, tak bertanduk dan ini dianggap menjadi satu dari sekian banyaknya sifatnya yng penting. Pejantannya bisa mencapai berat badan 850 kg, sedangkan betinanya bisa mencapai berat badan 675 kg. Sifat-sifat yng menonjol dan memiliki arti penting merupakan ketahanan terhadap hawa dingin, kemampuan memelihara anak dan menyusui, masak dini, tak tidak sedikit kesulitan kelahirkan, fertilitas tinggi dan satu dari sekian banyaknya sifatnya yng paling penting merupakan kualitas karkas yng istimewa yang dengannya tulang-tulang yng kecil, perdagingan yng baik dan persentase lemak yng rendah akan penutup.

Sapi Red Pall

Berasal dari Inggris yakni dari daerah Norfolk dan Suffolk. Sapi ini mempunyai warna merah dan beberapa bagian yng berwarna putih masih bisa di izinkan. Secara alamiah sapi ini memanglah tak bertanduk. Berat badan pejantan mecapai 900 kg sedangkan betina dewasa mwncapai 675 kg. Kelebihan yng menonjol merupakan sifat masak dini, kemampuan merumput, produksi susu tinggi dan produksi karkas tinggi yang dengannya derajat potong yng tinggi. Sapi Red Pall cenderung mempunyai perut yng besar dan perdagingan yng tidak lebih pada bagian lain dan paha belakang. Hal ini penyebabnya yaitu lantaran pemanfaatannya menjadi sapi dwiguna yang dengannya penekanan pada produksi susu ataupun daging.

Sapi Devon

Merupakan satu dari sekian banyaknya bangsa yng berasal dari barat daya Inggis yakni daerah Devon. Warna bulunya merah tua hingga kecoklatan. Lantaran pada warna itulah sapi ini dijuluki ruby. Sapi Devon memiliki tanduk yng berwarna putih cream yang dengannya ujung yng berwarna gelap, sifat ini karakteristik sampai-sampai gampang dibedakan dari bangsa lain. Sifatnya yng menonjol merupakan perdagingan yng baik, sifat dwigunanya dan kemampuannya menyusui pedet, kemampuannya bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengikuti keadaan terhadap suhu yng ekstrim, pula mengesankan.

Sapi Potong Hasil Persilangan

Sapi Santa Berfrudis

Adalah sapi persilangan antara pejantan Brehman yang dengannya betina Shorthorn, yang dengannya perbandingan 5/8 darah shorthorn dan 3/8 darah brahman. Warna bulu merah tua ataupun merah tanah, tubuh lebih rata dan padat dari pada brahman, bertanduk dan bergelambir, indera pendengaran rendah dan tebal. Berat sapi jantan dewasa 800 kg dan betina 780 kg.

Sapi Beef Master

Adalah persilangan yng memiliki kandungan darah Hereford �, shorthorn �, dan brahman �. Warna-nya mampu coklat, merah kecoklatan, merah yang dengannya totol putih, dan kombinasi warna yng lain. Beef Master pula tak dibedakan antara yng bertanduk dan yng tak bertanduk. Bangsa sapi beef master diseleksi bagi atau bisa juga dikatakan untuk 6 sifat yakni dispasisi, fertilitas, berat, konformasi, ketahanan, dan produksi susu.

Sapi Chargray

Berasal dari persilangan antara charolais yang dengannya brahman yng di lakukan di lembah Rio Brande. Persilangan ini tak menetapkan persaratan perbandingan darah tertentu, akan tetapi perbandingan darah yng disukai merupakan 13/16 charolais dan 3/16 brahman. Bangsa sapi chargray berukuran besar yakni mencapai 1000 kg bagi atau bisa juga dikatakan untuk betina dan 1400 kg bagi atau bisa juga dikatakan untuk jantan. Warna-nya merupakan cream dan mempunyai tanduk.

Sapi Belfalo

Merupakan pencampuran antara darah 3/8 bison, 3/8 choralois dan 2/8 hereford. Pertumbuhannya cepat, kelahirannya tak mengalami kesulitan dan daya tahan tinggi terhadap penyakit dan parasit

Sumber rujukan dan gambar : http://www.agrinak.com/2016/08/klasifikasi-asal-usul-dan-jenis-bangsa_22.html.

Seputar Klasifikasi, Asal-usul dan Jenis Bangsa Sapi

Advertisement
 

Cari Artikel Selain Klasifikasi, Asal-usul dan Jenis Bangsa Sapi