Panduan Cara Budidaya Ternak Kelinci Terlengkap

- November 12, 2017

Panduan Cara Budidaya Ternak Kelinci Terlengkap

 
Cara Budidaya ternak kelinci mulai dari jenis, pemeliharaan, sangkar, pakan, perawatan serta kontrol penyakit serta analisis bisnis baik bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci pedaging ataupun hias.
Kelinci cuma didapati pada zaman glasial di daerah Peninsula. Pada mulanya Orytolagus cuniculus berasal dari Spanyol namun menyabar ke Mediterania Barat serta Eropa. Kelinci mula-mula dijinakkan di Afrika serta dimanfaatkan kira-kira 300 tahun yng lantas. Kelinci mulai dibawa ke Amerika dari Eropa pada tahun 1800-an. Bangsa kelinci yng dikembangkan di Amerika tak ada yng berasal dari negara itu sendiri. Masing-masing hewan memiliki genus yng berbeda yang dengannya kelinci pemeliharaan (genus Orytolagus) yng secara biologis Amat berbeda menjadikan tak akan berlangsung perkawinan silang antar genus yng menghasilkan anak. Oleh lantaran itu bangsa kelinci yng ada pada tatkala ini adalah bangsa kelinci impor.
gambar 1. budidaya ternak kelinci

Kelinci pertama kali didapati di Afrika beberapa ratus tahun yng lantas, lantas diternakkan orang di daerah-daerah sekitar Laut Sedang. Seusai itu dari hasil peternakan di daerah Laut Sedang, kelinci tersebar di Eropa, lebih-lebih di Perancis, Polandia, Inggris, Belanda dan juga lain-lainya. Bersamaan yang dengannya penyebaran bangsa-bangsa Eropa, kelinci masuk ke belahan bumi yng lain, diantaranya Australia serta New Zealand. Seusai Perang Dunia II kelinci masuk serta berkembang di Amerika.
Perkembangan seterusnya jenis Californian mulai berkembang. Jenis New Zealand sendiri sebetulnya berasal dari Amerika serta berkembang di Selandia Baru. Jenis Californian serta New Zealand merupakan kelinci-kelinci yng dikembangkan pertama kali secara komersial yang dengannya penelitian-penelitian pada laboratorium serta riset yang dengannya intensif hingga akhirnya menjadi satu dari sekian banyaknya kelinci unggul baik pedaging ataupun hias.
Pendapat dari bobotnya kelinci dibagi menjadi 3 golongan, yakni :
  • golongan kecil yang dengannya berat 0,4 hingga 2 kg antara lain Polish Dutch, Nederland serta Dwarf Hop,
  • golongan tengah yang dengannya berat 2,0 hingga 4,0 kg misalnya New Zealand.White , Californian, Caroline
  • golongan besar yang dengannya berat 5,0 hingga 8,0 kg misalnya Giant Chirchilla, Flemish Giant serta Cheeke Red Giant.

Tatkala ini ada tiga jenis jenis kelinci di Indonesia yng memiliki tanda-tanda didasari bentuk serta proses adanya dalam sejarah ternak kelinci di Indonesia, yakni kelinci lokal, unggul serta kelinci crossing ataupun persilangan.

Bangsa (jenis) kelinci

Kelinci american chincilla

Kelinci ini memiliki tiga varietas yakni jenis standard (berat dewasa 2,5 hingga 3 kg), jenis berat (berat dewasa 4,5 hingga 5 kg) serta jenis giant (berat dewasa 6 kg). Kelinci ini dimanfaatkan bagi atau bisa juga dikatakan untuk produksi kulit ataupun daging. Dikembangkan dari kelinci import Perancis 1919. warna idealnya merupakan keseluruhan bulu berwarna abu-abu (Chincilla).

Kelinci anggora

Kelinci angora dimanfaatkan menjadi penghasil mohan. Berwarna putih yang dengannya wool yng tumbuh panjang. Pertumbuhan wool umumnya mencapai 2,5 cm per bulan serta wool ini dipotong setiap 3 bulan yang dengannya berat dewasa 2,5 hingga 3,5 kg.
gambar 2. foto kelinci anggora

Kelici Champangne d’Argen

Kelici ini bisa pula disebut French Silver. Berkembang di Perancis lebih dari 100 tahun. Bulu ataupun fur memegang peranan penting dalam industri pakaian. Pada sat lahir berwarna hitam, namun umur 3-4 bulan berwarna perak ataupun putih susu yang dengannya warna kulit biru tua. Berat jantan dewasa 4,5 kg serta berat betina 4,5 kg.

Kelinci Californian

Kelinci ini pertama kali lahir di Amerika Serikat tahun 1923. memiliki ciri-ciri bertubuh putih yang dengannya indera pendengaran, hidung, ekor serta kaki berwarna kelabu tua ataupun hitam, matanya berwarna merah muda. Berat dewasa bagi atau bisa juga dikatakan untuk pejantan 4 kg serta betina 4,25 kg. Kelinci ini memiliki pundak yng lebar, punggung berdaging serta memiliki persentase karkas (dressing persentage) yng baik. kelinci ini gampang menyesuaikan diri yang dengannya lingkungan, adalah tipe kelinci pedaging serta hias, cepat tumbuh serta mothering abilitynya baik.

Kelinci carolina

Kelinci ini Adalah kelinci tipe pedaging yang dengannya litter sizenya tidak sedikit. Sifat lain yng dimiliki kelinci ini antara lainwarna bulunya putih polos yang dengannya mata berwarna pucat ataupun bule. Berat dewasanya sekitar 5 Kg, selain itukelinci ini gampang dipelihara, cepat menyesuaikan diri yang dengannya lingkungan dan tahan terhadap penyakit.

Kelinci Chekered Giant

Kelinci ini adalah jenis kelinci yng Amat besar, disukai peternak, bibit menjadi penghasil daging. Kelinci ini berwarna hitam putih yang dengannya hitam pada bagian punggung bawah samping serta lingkaran sekeliling mata.

Kelinci lop

Kelinci ini adalah kelinci tipe pedaging serta hias. Kelinci ini pula mempunyai tanda khusus antara lain telinganya yng tak tegak , namun jatuh kebawah/koploh, warna bulu coklat, kuning, Hitam, serta bercak-bercak putih. Mempunyai mata yng berwarna hitam dansorotannya tajam. Berat dewasanya sekitar 4,5 kg, bisa mengasuh anaknya, air susunya berlimpah serta cepat tumbuh, selain itu daging yng diperoleh lebih padat

Kelinci latin

Kelinci ini adalah jenis kelinci pedaging yng baik lantaran tipe serta ukurannya. Berat dewasa 4 hingga 4,5 kg, dikenal yang dengannya 9 warna serta warna yng paling terkanal merupakan putih. Kelinci ini menonjol lantaran warna-nya yng menyala serta kulitnya halus.

Kelinci lokal

Kelinci ini merupakan kelinci yng masuk ke Indonesia sejak dulu, dibawa oleh orang Eropa ataupun Belanda menjadi ternak kesayangan ataupun hias. Kelinci ini memiliki ciri-ciri bentuk serta bobotnya kecil sekitar 1,5 kg. Bulunya bervariasi yakni hitam, putih serta abu-abu. Bila diperhatikan kelinci lokal memiliki keturunan Belanda serta kelinci New Zealand. Lantaran kawin silang yng tak terkontrol dari generasi ke generasi, faktor makanan, faktor cuaca serta faktor pemeliharaan serta lain-lain, terjadilah tipe kelinci lokal walaupun kelinci ini bukan berasal dari Indonesia asli

Kelinci New Zealand

Kelinci ini adalah jenis kelinci yng terpopuler di Amerika Serikat. Kelinci New Zealand terdiri dari New Zealand merah, matanya berwarna coklat sedangkan New Zealand putih warna matanya merah. Kelinci ini berukuran tengah serta adalah penghasil daging serta fur yng Amat baik. Berat dewasa 4 hingga 5 kg, kelinci ini pula cepat dewasa

sangkar kelinci

Ada beberapa pola sangkar kelinci bisa dilaksanakan yng disesuaikan yang dengannya modal peternak, keadaan lingkungan, keadaan bahan, serta keadaan tempat peternakan. Sangkar didasari penempatannya dibedakan menjadi dua yakni pertama sangkar dalam ruangan yakni sangkar yng diletakkan didalam bangunan besar. Kandangnya cuma berupa sangkar saja, atap serta dindingnya telah dijamin oleh Bangunan Induk. Kedua sangkar diluar bangunan yakni sangkar yng tak diletakkan didalam bangunan induk menjadikan sangkar memerlukan konstruksi yng sesuai yang dengannya syarat baik bagi atau bisa juga dikatakan untuk sangkar kelinci. Sedangkan didasari system pengelolaannya sangkar bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci bisa dibagi menjadi dua yakni sangkar battery serta sangkar postal
Sangkar kelinci biasa di bangun dalam aneka macam bentuk sesuai yang dengannya selera masing-masing peternak ataupun tempat di mana sangkar itu hendak di buat.Oleh lantaran itu sangkar kelinci bermacam–jenis bentuk, antara lain:
  • System Postal. Bangunan sangkar kelinci tanpa halaman pengumbaran menjadikan tak lepas percis sekali ,namun orang-orang sepanjang hari serta malam selalu sangkar .
  • System Ren. Bangunan sangkar kelinci bagi kelompok kelinci yng di kasih halaman pengumbaran, menjadikan orang-orang bisa bermain secara bebas di halaman. Halaman yang telah di sebutkan lebih baik andaikan di buat dari batu bata merah, menjadikan keadaan tetap kering.

Pertumbuhan

Pertumbuhan merupakan perubahan ukuran yng meliputi pertumbuhan berat hidup, dimensi linier, bentuk serta komposisi tubuh, di mana salah satunya juga perubahan komponen-komponen tubuh semisal lemak, otot, protein serta abu pada karkas. Faktor-faktor yng memberi pengaruh pertumbuhan merupakan jenis kelamin, nutrisi serta fisiologi genotif.
Tatkala kelinci dipelihara selama tidak lebih lebih tiga minggu, pemberian pakan diberikan dua kali sehari yakni berupa hijauan (kangkung) serta pula konsentrat. Jumlah pemberian pakan yang telah di sebutkan disesuaikan yang dengannya berat badannya. Pemberian pakan ataupun ransom kelinci terdiri dari 40% konsentrat serta 60% hijauan
Feed intake merupakan sejumlah pakan yng diberikan dikurangi yang dengannya jumlah sisa pakan. Pada biasanya feed intake kelinci betina akan lebih besar dari pada kelinci jantan. Hal ini penyebabnya yaitu kelinci betina akan butuh nutrien yng lebih tidak sedikit bagi atau bisa juga dikatakan untuk siklus estrus serta kebuntingan.
Kebutuhan pakan bagi atau bisa juga dikatakan untuk ternak berbeda-beda bergantung dari spesiesnya, ukuran ternak, tingkat pertumbuhan, penyakit, kondisi ternak, lingkungan serta defisiensi nutrien tertentu. Dalam kondisi normal pakan Amat berpengaruh terhadap perkembangan serta pertumbuhannya.
Average Daily Gain (ADG) merupakan rata-rata kecepatan pertambahan berat badan harian yng diperoleh yang dengannya berat akhir dikurangi berat awal lantas dibagi lama pemeliharaan. ADG normal bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci merupakan 10 hingga 15 gram serta yng memberi pengaruh ADG merupakan mekanisme serta kecepatan pertumbuhan dari ternak itu.
Feed Conversation Ratio (FCR) ataupun konversi pakan merupakan besarnya perubahan dari pakan yng dikonsumsi menjadi pertambahan berat badan (gain). dalam sehari kelinci memerlukan kadar ransum yang dengannya kadar protein kasar sebesar 12 hingga 15 %, lemak 2 hingga 3,5 %, serat kasar 20 hingga 27%, serta mineral 5 hingga 6,5 %. Sedangkan kebutuhan bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci yng tengah tumbuh merupakan sebesar 16% protein kasar, 10 hingga 12%serat kasar serta energi 2500Kkal/Kg. Pemeliharaan

Handling

Cara memegang serta mengangkat kelinci tak boleh di lakukan sembarang, karena bisa memicu hal-hal yng mengganggu bagi kelinci. Menangkap kelinci tak boleh yang dengannya kasar, namun Perlu tenang serta tak boleh memicu kepanikan bagi kelinci, apalagi bila kelinci itu tengah bunting ataupun menyusui. Menangkap serta mengangkat kelinci pada telinganya memanglah paling gampang, namun tips itu sebetulnya merupakan kesalahan besar karena indera pendengaran kelinci Amat sensitif serta tak kuat menahan berat badan. Apalagi bila bobot badan kelinci cukup berat ataupun besar, hal ini akan merusak otot serta syaraf pada indera pendengaran. Bila kelinci berontak barangkali otot lehernya akan terganggu menjadikan posisi kepala akan miring.

Membedakan kelamin kelinci

Sexing adalah tips bagi atau bisa juga dikatakan untuk membedakan jenis kelamin kelinci. Pada kelinci yng umurnya tidak lebih dari 3 minggu susah dibedakan antara jantan serta betina. Sexing bisa diketahui tatkala kelinci berumur 31 hari. Hingga umur 1,5 bulan Testis kelinci belum terlihat, demikian pula Penisnya masih samar-samar. Pada kelinci yng telah dewasa kelamin, perbedaan itu terlihat yang dengannya gampang, yng memiliki kantong pelir itulah yng jantan
Cara sexing yang dengannya meletakkan punggung anak kelinci pada satu dari sekian banyaknya tangan menjadikan kepala menghadap ke atas. Yang dengannya tangan kiri kedua kaki depannya dipegang, ibu jari serta jari telunjuk tangan kanan diletakkan didepan serta belakang alat kelamin lantas alat kelamin ditekan menjadikan alat kelamin tadi tersembul tonjolan

Pakan Kelinci

Jenis makanan bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci merupakan: daun-daunan, sayur-sayuran semisal kangkung, bayam serta umbi-umbian semisal wortel, ketela rambat serta biji-bijian seusai ditumbuk semisal beras serta kedelai, dedak, serta bekatul adalah makanan yng sehat bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci.
Kebutuhan pakan kelinci tiap hari merupakan hijauan serta umbi-umbian bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci dewasa 0,5 hingga 1 kg/ekor/hari. Konsentrat 200 hingga 300 gr/ekor/hari, kadar protein 12%. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci 1 hingga 6 bulan kadar protein 16% serta ME 2500 kcal, bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci menyusui kadar protein 17% serta ME 2500 kcal.
Biji-bijian yng keras, selain bisa diandalkan kandungan nutriennya pula diharapkan bisa menghambat pertumbuhan gigi kelinci supaya tak cepat memanjang. Pada kelinci yng digemukkan, biji-bijian semisal jagung Amat baik diberikan karena akan mempercepat perkembangan serta ternak menjadi cepat gemuk. Hay butuh disediakan, menjadikan sewaktu-waktu dibutuhkan (kelinci mencret, stok hijauan dibatasi) hay bisa dikonsumsi.

Perawatan serta Kontrol Penyakit

Kelinci Amat peka terhadap penyakit serta lingkungan yng kotor. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk mencegah penyakit Perlu diperhatikan kebersihan sangkar, pakan serta tempat minum. Semuanya Perlu bersih dari sisa-sisa pakan serta feses. Selain itu, kelinci yng sakit Perlu dijauhkan dari kelinci yng sehat. Ada beberapa jenis penyakit kelinci antara lain :
  • Kulit kudis. Penyakit ini penyebabnya yaitu oleh kutu kecil. Gejalanya kulit berwarna merah serta bersisik, gatal serta bulu rontok. Pengobatan yang dengannya memandikan kelinci yang dengannya larutan belerang
  • Kudis indera pendengaran. Penyakit ini penyebabnya yaitu sejenis kutu kecil. Gejalanya kepala Suka digelengkan, indera pendengaran Suka digaruk, kulit indera pendengaran dalam keras, bersisik serta coklat. Diobati yang dengannya Zalf serta Scabisix
  • Enteristik (berak encer). Penyakit enteristik (berak encer) ataupun Suka disebut pula diare. Gejalanya nafsu makan hilang, badan lemah, bulu kasar, perut kembung serta diare bercampur nanah. Pengobatan yang dengannya minum air yng diberi larutan Choleretetraciclin serta Cxytobracylin
  • Coccidiosis (berak darah). Penyakit ini mempunyai gejala antara lain mencret bercampur darah, perut kembung serta kehilangan berat badan. Pencegahannya yang dengannya membuat lantai kering serta bersih. Bisa diobati yang dengannya Sulfanox, Naxol serta Sulfastrong
  • Pneumonia (radang paru-paru). Penyakit ini mempunyai gejala semisal sesak nafas, mencret, paru-paru lembab, mata serta indera pendengaran kebiruan. Penanganan penyakit ini yang dengannya di obati yang dengannya pemberian Sul-Q-nox pada pakan ataupun air minum
  • Radang selaput mata. Penyakit ini penyebabnya yaitu oleh bakteri yang dengannya gejala air mata yng selalu keluar ataupun bernanah serta bulu di sekeliling mata kusam. Pengobatan yang dengannya Zalf, injeksi antibiotik Stretomicus serta pinicilin

Persentase Karkas

karkas pada ternak kelinci merupakan bagian yng telah dijauhkan dari kepala, jari-jari kaki, kulit, ekor serta jerohan. Besarnya bobot karkas bergantung pada besar kecilnya tubuh kelinci, penanganan kelinci, jenis kelinci, system pemeliharaan, kualitas bibit, jenis serta kualitas pakan, dan kebugaran atau kesehatan ternak. Berat karkas yng baik berkisar antara 40 hingga 52 % dari berat badan hidupnya. Basuki (1985), menyatakan bahwasanya persentase karkas segar kelinci lokal jantan merupakan 44.87 % serta yng betina merupakan 42.43 %.

Meat Bone Ratio (MBR)

meat bone ratio merupakan perbandingan antara berat daging serta berat tulang serta MBR bagi atau bisa juga dikatakan untuk kelinci yng berproduksi baik merupakan 5:1, perbandingan ini bergantung pada kondisi karkas.
Cara pemotongan Cara Pemotongan. prinsip pemotongan merupakan memutuskan saluran darah balik (vena jugularis) pada bagian leher. Terdapat 3 metode dalam pemotongan yakni metode pemukulan, pematahan, serta metode penyembelihan.
Cara menguliti Kelinci digantung pada suatu tempat yang dengannya kaki belakang dipotong, lantas kulit dibuka dari pergelangan kaki kanan melalui anus hingga pergelangan kaki kiri ataupun sebaliknya, lantas kulit ditarik ke bawah hingga terlepas dari badannya
Komposisi Tubuh Pada pemotongan kelinci akan diperoleh karkas yng adalah campuran daging serta tulang. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk mendapatkan perbandingan daging serta tulang, maka tulang bisa dijauhkan dari daging. Di antaranya merupakan yang dengannya tips merebus daging tulang yang telah di sebutkan, lantas dijauhkan antara daging serta tulangnya menjadikan akan diperoleh MBR. persentase karkas dipengaruhi oleh makanan serta breed.

System Digesti

Kelinci memiliki system pencernaan monogastrik ataupun berlambung tunggal. Alat pencernaan terdiri dari 42 % coecum, 36 % perut besar yakni ventriculus serta stomachi (Kamal, 1982). Mikrobia ataupun bakteri tidak sedikit terdapat dalam coecum yng bermanfaat bagi atau bisa juga dikatakan untuk sintesa pakan menjadi asam amino serta vitamin B-kompleks. Mikrobia yang telah di sebutkan mikrobia flavin, pantotenat dan vitamin B12. Kadar vitamin B serta protein dalam kotoran kelinci relatif tinggi andai dibandingkan kotoran ternak lain. Kelinci memakan kotoran dari anus pada malam hari bagi atau bisa juga dikatakan untuk memenuhi kekurangan protein serta vitamin b
System pencernaan pada kelinci merupakan menjadi berikut:
  1. Mulut. Mulut adalah tempat terjadinya pencernaan secara mekanik yakni yang dengannya jalan mastikasi bertujuan bagi atau bisa juga dikatakan untuk memecah pakan supaya menjadi bagian yng lebih kecil serta mencampurnya yang dengannya saliva yng memiliki kandungan enzim amilase yng merubah pati menjadi maltosa supaya gampang ditelan
  2. Oesophagus. Oesophagus adalah lanjutan dari pharing serta masuk ke dalam cavum abdominale serta bermuara pada bagian ventriculus
  3. Ventriculus. Lambung kelinci disebut pula ventrikulus yng terdiri dari tiga bagian yakni bagian awal (kardia), bagian sedang (fundus) serta bagian akhir (pilorus). Ventrikulus berfungsi menjadi tempat penyimpanan pakan serta tempat terjadinya proses pencernaan dimana dinding lambung mensekresikan getah lambung yng terdiri dari air, garam anorganik, mucus, HCl, pepsinogen serta faktor intrinsik yng penting bagi atau bisa juga dikatakan untuk efisiensi absorbsi vitamin B12. Keasaman getah lambung bervariasi sesuai yang dengannya jenis makanannya. Pada biasanya sekitar 0,1N ataupun ber-pH lebih tidak lebih dari 2.
  4. Usus halus. Usus halus terdiri dari duodenum, jejenum serta illeum. Kelenjar branner menghasilkan getah duodenum serta disekresikan ke dalam duodenum melalui vili-vili serta getah ini bersifat basa. Getah pankreas yng diperoleh disekresikan ke dalam duodenum melalui ductus pancreaticus. Jejenum adalah kelanjutan dari duodenum serta illeum berkelok-kelok di sebelah caudal ventriculus serta berfungsi menjadi tempat absorbsi makanan
  5. Usus besar. Usus besar adalah organ pencernaan dimana berlangsung proses pencernaan yng di lakukan oleh enzim yng terbawa bersama makan oleh tractus digestivus. Bagian depan dari aktivitas organisme yng lebih-lebih ada dalam coecum. Di usus besar berlangsung sintesa vitamin B yng langsung bisa di absorbsi
  6. Coecum. Sisa makanan yng belum tercerna akan masuk ke dalam coecum bagi atau bisa juga dikatakan untuk disimpan sementara waktu serta berlangsung pencernaan mikrobial, karena di dalam coecum terdapat mikroorganisme yng memecah selulosa menjadi asam lemak volatil
  7. Usus Besar. Seusai dari coecum, makanan masuk ke dalam usus besar serta berlangsung pencernaan yng berupa serat kasar serta akan langsung diabsorbsi. Di dalam usus besar pula berlangsung sintesa beberapa vitamin B yng bisa langsung diabsorbsi serta dimanfaatkan oleh ternak yang telah di sebutkan Sisa dari hasil absorbsi akan masuk ke dalam rektum serta membentuk feses.
  8. Anus. Feses yng keluar lewat anus memiliki kandungan air. Feses adalah sisa makanan yng tak tercerna. Cairan dari tractus digestivus, sel-sel epitel usus, mikroorganisme, garam organik, stearol serta hasil dekomposisi dari bakteri keluar mel;alui anus .

System Reproduksi

System reproduksi kelinci jantan

Organ reproduksi utama kelinci jantan merupakan sepasang testis, epididymis, penis serta kelenjar genetis
  • Testis. Testis berbentuk bulat, sepasang kecil, menjadi penghasil sperma, terdapat di dalam scrotum seusai mengalami discencus testiculorum
  • Epididymis. Epididymis terlatak di sebelah medial testis memanjang dari cranial sepanjang testis serta terdiri dari caput epididymis, ductus epididymis, serta ductus ejaculatoris
  • Penis. Penis adalah organ genitalia esterna yng tersusun atas corpus covernisum penis, corpus covernosum uretrae serta praeputium
  • Kelenjar genitalis masculina. Kelenjar genitalis mosculine ini terdiri atas corpus grandula prostatae, uterus masculinus, glandula verticulus, glandula bulbo uretralis (cowperi) serta glandula inguinalis

System Reproduksi Kelinci Betina

Organ reproduksi kelinci betina merupakan sepasang ovarium, infundibulum, oviduct (tuba fallopi), uterus, vagina, vulva serta clitoris (Anonim, 1991).
  1. Ovarium. Organ ini terdiri dari sepasang lebih-lebih di sebelah caudal (dandren). Dalam ovarium terdapat folikel-folikel grafis berupa gelemnbung yng terdapat di permukaan ovarium
  2. Infundibulum Tubae. Infundibulum Tubae adalah pelebaran tubor yng berbentuk corong, terdapat atau terletak dekat ovarium, pada tepi infundibulum terdapat rumbai-rumbai yng disebut firbae
  3. Tubae. Tubae adalah saluran tipis yng berkelok-kelok, kelanjutan infundibulum tubordim sebelah caudal. Pada bagian dorsal menjadi konsepsia, penggantung tubor disebut mesosalpinx
  4. Vagina. Vagina adalah muara keluarnya menjadi ibntraitus vaginae
  5. Vulva. Vulva adalah celah antara labium
  6. Clitoris. Clitoris adalah alat homolog yang dengannya penis terdiri dari corpus covernisum clitoris, corpus sporgnem, clitoris praeptium serta glandula clitoria

Analisis Ekonomi budidaya kelinci

Setiap peternak kelinci bisa dikatakan menjadi seorang pengusaha bila memelihara kelinci hingga ratusan ekor. Guna mencapai kesuksesan dalam bisnis yang telah di sebutkan tentu butuh modal berupa uang, waktu, tenaga serta tempat yng memadai bagi atau bisa juga dikatakan untuk bisnis ternak kelinci yang telah di sebutkan. Selain itu menjadi peternak yng baik Perlu berusaha bagi atau bisa juga dikatakan untuk bisa memproduksi anak-anak kelinci sebanyak-banyaknya dari setiap induk selama satu tahun dalam masa produksinya
Manajemen yng baik serta terencana akan Amat menunjang kesuksesan bisnis misalnya memilih bibit yng baik, merencanakan modal, tata laksana pemeliharaan yng baik, merencanakan modal, tata laksana pemeliharaan yng baik serta perhatian khusus terhadap pakan, sangkar, sanitasi dan pencataan produksi
Ahli ekonomi menggambarkan kegiatan yang telah di sebutkan yang dengannya tips cost-input yng meliputi tanah serta bangunan, sangkar serta perlengkapan, pakan serta pengurangan lain-lainnya dan return-output yng meliputi ternak bibit, daging, bulu, serta hasil sampingan semisal kaki, ekor serta kotoran
Menjadi ternak penghasil daging, kelinci memiliki beberapa kelebihan dibandingkan ternak-ternak yng lain, yakni
  • Kelinci bisa merubah yang dengannya cepat bahan-bahan makanan yng murah semisal daun-daun serta sisa-sisa yng tak bermanfaat bagi kita-kita menjadi daging yng memiliki nilai gizi yng tinggi
  • Reproduksinya Amat cepat, dalam waktu 1 tahun bisa menghasilkan 40 hingga 70 ekor anak kelinci
  • Dalam beternak kelinci tak butuh modal serta biaya yng besar
  • Kelinci memiliki kecepatan pertumbuhan yng percis yang dengannya ayam Broiler



Sumber rujukan dan gambar : http://www.agrinak.com/2016/02/panduan-cara-budidaya-ternak-kelinci.html.

Seputar Panduan Cara Budidaya Ternak Kelinci Terlengkap

Advertisement
 

Cari Artikel Selain Panduan Cara Budidaya Ternak Kelinci Terlengkap